Untuk sebuah hari di bulan juli

Posted by Leiron Rabu, 04 September 2013 0 komentar
Untuk sebuah hari di bulan juli
Terimakasih untuk setahun lamanya
Senyum yang pernah ada di ruang itu
Bersama kami membuat sebuah kenangan

Untuk sebuah hari di bulan juli
Yang berhasil menyatukan anak manusia
Dalam ruang para penemu
Hingga akhirnya menjalin sebuah ikatan

Untuk sebuah hari di bulan juli
Perlahan merangkul kami dalam hangatnya pertemanan
Hingga dalam satu waktu kami bersama
Memenuhinya dengan banyak kenangan
Kenangan yang penuh warnah
Hitam, putih bahkan abu abu

Kadang gelap dan tekadang terlalu terang untuk telihat
Penuh keegoisan tapi kadang begitu pengertian
Untuk sebuah hari di awal bulan juli
Segalanya akan selalu terkenang

Kami akan terus melangkah tampa berfikir tuk mejauh
Kadang berbalik kemudian merangkul kembali kenangan kami
Hingga yakin takkan ada yang terlupakan



Baca Selengkapnya ....

Andai ia tau betapa erat gelap memeluknya

Posted by Leiron 0 komentar
Ketika batas waktu perlahan memudar
Melebur kesegala sekat ruang
Terpancar dari segala keheningan
Kemudian memudar dan hilang tampa jejak


Baca Selengkapnya ....

Karena ia hadir bersama kelamnya hari

Posted by Leiron 0 komentar


Ketika awan kelabu saat itulah ia datang
Bersama angin dan kenangan
Menyapa sunyi dan damai
Memulainya dengan rintik nan-lembut

Dia hadir dalam duka yang sepi
Tak lupa menyapa senyum yang riang
Memaksa mereka untuk mengingat
Menyeret kita untuk kembali bersama dalam hangat
Walau hanya dalam sebuah fantasi

Ketika ia datang
Kuharap sepi di sampingku mengalir bersamanya
Walau ia enggan untuk membawanya
Karena ialah pelipur segala lara
Pengingat yang terlupa


Baca Selengkapnya ....

Sisipkan kembali senyummu

Posted by Leiron 0 komentar

Garis senja di ujung hari
Di atas biru yang akan menghitam
Angin penitip pesan menyapa
Bersama benih bunga pembawa harapan

Titik hitam mulai mendekat
Mendekap kembali sarang mereka
Bertukar hangat, bersiul kadang  bernyanyi
Di batang pohon terbungkus jerami kering

Lentera bumi berganti dengan cahaya sama
Sinar putih yang manari di atas daun hijau menghitam
melengkung indah Kadang bulat purnama
di antara arakan awan yang terbawa angin senja

hai sang perindu
sisipkan kembali senyummu pada malam
hingga ku yakin kau ada

jika kau dalam duka
biar malam membawanya pergi
menanti pagi yang perlahan menyentuh bumi

karena duka hanya satu dari segala rasa

Baca Selengkapnya ....

Ajari aku

Posted by Leiron Minggu, 28 April 2013 0 komentar

Pernah kah kalian terjatuh para bintang ?
Ajari aku caranya bangkit
Pernahkah kalian terluka para peri ?
Ku harap pernah
Bisikkan padaku ramuannya
Pernahkah kalian tersesat para penjelajah laut ?
Kurasa tidak
Kalian punya bintang
Kuharap kalian sudi berikan satu cahaya itu
Tuk jadi penuntunku

Terjatuh
Bagaimana caranya bangkit ?
Saat semua terasa mustahil
Terluka
Mengobatinya dengan apa ?
Saat luka itu tak terlihat namun perih
Tersesat
Bagaimana caranya pulang ?
Sedang jalan di depan begitu buram
Sedang aku sendiri buta arah

Bangkit dengan cahaya sendiri
Bagaimana ? aku tak punya cahaya
Punyaka aku cahaya itu ?
kuharap iya :( :)

Baca Selengkapnya ....

Bintang penyemangat

Posted by Leiron Minggu, 21 April 2013 0 komentar



Tetaplah jadi bintang penerang hidup kami
Keberadaanmu memberi kami kekuatan dan pijakan
Ketiadannmu memberi kami ketabahan dan kesabaran
Cinta kami padamu menjadi kekuatan kami untuk bertahan
Keyakinan kami adalah kata dan senyumanmu
Jalan kami dan jalanmu telah melewati persimpangan
Dan di sanalah kita berpisah
Kami masih berjalan dan kau telah sampai
Kami masih mencari dan kau telah menemukannya
Tunggu kami
Kami yakin kita kan bertemu di persimpangan lainnya
Kehangatan akan ada di sana menunggu
Untaian kalimat ini menjadi janji kami
Untukmu bintang penyemangat kami

Baca Selengkapnya ....

Bersedih kah mereka ?

Posted by Leiron Selasa, 16 April 2013 0 komentar

Anjing melonglong berkali kali
Entah itu tanda atau cara mereka saling mengerti
Longlongan panjang yang sedih
Berkali kali dan masih tergurat kesedihan dari yang terdengar
Dalam batin aku bertanya
Bisakah animalia merasa sedih ?

Langit bergemuruh
Angin telah mengabarkan datangnya hujan
Sedetik, semenit kemudian
Hujan menyapa dengan rinai rinainya
Kilatan cahaya menyertai
Suara petir menggema
Bisakah sesuatu di atas sana marah dan bersedih ?

 adakah yang mengerti ?

Baca Selengkapnya ....

tersenyumlah untuk sebuah masa

Posted by Leiron 0 komentar


Sudah ketemukan dasarnya, jurang yang kau sebut sebut dulu.
Sudah ku rasakan bagaimana pedihnya jatuh dan terhempas di dinding dinding batu yang keras.
Udara yang dingin menusuk dan gelap yang mencekam telah ada di sana, tinggal menunggu.
Senyum yang perlahan memudar, kebencian perlahan mnyusupi hati
Entah itu untuk siapa dan kenapa
Semuanya bertanya
Tapi apakah ada yang menyadari ?

Waktu selalu berjalan dan ruang telah menyapamu
Apa yang kau tunggu lagi ?
Jurang yang kau sebut dulu, Hanya sebuah penguji
Tersenyumlah dengan begitu aku akan bahagia
Bukan akhir dari sebuah hidup tapi awal dari sebuah masa

Tersenyumlah
Walau itu terasa hampa
Tersenyumlah
Walau tak mampu mengurangi rasa
Tersenyumlah walau itu terasa pedih
Tersenyumlah untuk hidupmu
Hingga nanti senyum itu akan terbiasa di bibirmu dan menjadi tulus

untuk temanku, jangan nyerah yaa.dan jangan lupa teman ada untukmu. 

Baca Selengkapnya ....

Sepucuk ego segenggam sesal

Posted by Leiron Minggu, 14 April 2013 0 komentar

Bulan sabit yang kata adik kecil seperti  bentuk pisang kesukaannya yang selalu dibelikan mama saat ke pasar supaya ia tidak merengek untuk minta ikut ke pasar  di sertai hamparan langit gelap dengan cahaya kerlap kerlip dari berlian malam adalah satu dari ribuan malam yang ku kenang.

Seseorang pernah berkata seperti ini padaku sambil menunjuk langit
“ini bintang yang di tandai oleh para pelaut supaya mereka tidak tersesat kalau ini rasi bintang yang  akan terlihat saat musim ini”. Sambil menunjuk bintang bintang di langit.

Sampai sekarang kalimat itu ada dalam kepalaku tapi aku tidak pernah tau bintang mana yang ia maksud, aku hanya megangguk karena malam sudah terlalu larut untuk membahas banyak hal. Ayahku dulunya seorang pelaut sebelum ia bertemu ibu. Dia mengunjungi banyak tempat di belahan nusantara, saat bercerita tentang laut sinar matanya akan berubah mengenang apa yang ia lalui di seberang laut sana ia akan berubah jadi sangat bersemangat. Sepanjang malampun ceritanya takkan pernah usai, ia akan bercerita tentang petualangannya, orang orang yang di kenalnya dalam persinggahan, pantai pantai yang ia kunjungi, dan tentu saja pesona laut dahulu.

Katanya sekarang dan dulu laut sangat berbeda padahal ini baru berjarak 30 tahunan dari saat aku melalut. Tapi menurutku pemikiraannya aneh tentang laut katanya ikan ikan tidak berkurang tapi hanya bermigrasi ke tempat yang aman jauh dari manusia egois yang menggunakan bom dan pukat harimau untuk menangkap mereka. Ayahku dengan ajarannya yang ketat terhadap kami anak anaknya itu karena pengalaman hidupnya yang begitu sulit. Kau harus menghargai hidup, nyawa setiap benda  yang kamu miliki di dunia tergantung pada kamu, apa kamu manyayanginya dan merawat mereka. Jika kupikir nasehat yang satu itu memang benar segalanya tergantung manusia terlepas dari takdir dan waktu yang mangatur. Manusia adalah pemimpin dunia kan ?

Banyak sekali yang berubah tentang laut, alam dan pastinya peradaban manusia, semuanya ada dalam ikatan yang saling terhubung dan mustahil untuk terlepas. Peradaban manusa makin maju dengan penemuan penemuan baru dari orang orang jenius dunia, mereka bertekad menciptakan dunia yang lebih maju. Pembangunan makin berkembang pesat, gedung gedung tercipta dan untuk menciptakan semua itu harus ada yang di korbankan. Hutan jadi pilihan, pohon berumur ribuan tahu dibabat habis dan polusi dan pencemaran jadi konsekuensi dari berdinya gedung cantik nan kokoh. Tapi makin banyak pula dari kita yang sadar akan pentingnya alam bagi kita dan dengan melakukan usaha usaha tertentu mereka mencoba untuk kembali menjalin ikatan dengan sahabat nenek moyang mereka “Alam”.

Aku setuju dengan Dee dalam sala satu novel supernova edisi partikel bahwa kegiatan pengembalian hutan seperti sediakala hanyalah simbolis,sekedar pelipur bagi rasa bersalah kita yang telah merampas sedemikian banyak dari alam, alamlah yang punya kekuatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri dengan atau tampa kita (hlm 190). Tapi pastinya alam punya kekuatan menyembuhkan jika manusia penuh ego tidak mengusik.

Bagaimana murka –Nya Allah melihat para khalifah yang ia ciptakan merusak segala 
ciptaan – Nya yang seharusnya ia jaga ? pikirkan karena kita adalah generasi selanjutnya yang akan menjaga bumi.

Baca Selengkapnya ....

Rengkuhan senja

Posted by Leiron 0 komentar

Arakan awan seperti gumpalan gumpalan kapas tipis bergerak lamban di atas sana, pepohonan terlihat tenang hanya pucuk pucuk dadaunan yang tersentuh angin. Bunga asoka yang di tanam ibu 2 tahun lalu berbunga, hanya satu warna “merah”. Entah karena tidak punya warna lain ataupun karena memang hanya warna itu yang diinginkannya.

Samar samar ketenangan ini mulai membuai, sekarang sepertinya batas antara segalanya menjadi tersamarkan. Udara mungkin sedang malas menguji manusia dengan panasnya atau dengan udara yang dingin dan tetangga tetangga sedang terlelap dalam buaian senja hingga lupa melakukan aktivitasnya memutar music yang di sambung ke pengeras suara hingga seluruh penghuni desa terusik juga tidak ada umpatan umpatan dari tetangga yang sedang beradu argument, club gosip yang terdiri dari remaja remaja kehabisan pekerjaan pun tidak beroperasi hari ini, knalpot motor yang biasanya mendengungkan telinga sekarang tidak ada, mungkin mereka bosan balapan di jalan jalan desa yang sempit dan berpindah ke jalan raya atau mungkin mereka ingin rehat sejenak meliburkan diri dari segala aktivitasnya di luar dan memilih berkumpul dengan keluarga mereka.

Ayam ayam masih sibuk dengan aktivitasnya mengais ngais tanah seakan akan di sana ada harta karun yang ia cari. Kucing kecil abu abu bergaris coklat dan hitam masih sibuk membaui tanaman pagar yang ditanam ibu di pekarangan rumah, entah apa yag di carinya padahal di dapur sudah tersedia ikan untuknya. Burung gereja tidak terlihat dan capung capung terbang entah kemana, tidak ada yang bisa di amati sekarang hanya ketenangan yang melebur dalam sebuah lingkungan hidup warga desa.

Baca Selengkapnya ....

estetika malam

Posted by Leiron Jumat, 12 April 2013 0 komentar

Sekali lagi keabu-abuan telah memeluk waktu dengan diiringi lentera jingga yang kian lama kian memudarkan warnanya.  capung capung tidak ku lihat lagi entah kemana mereka, aku selalu saja bertanya saat malam tiba capung capung akan ke mana ? dan hingga sekarang aku tidak tau kemana mereka saat malam tiba. Tidak pernah ku pikirkan sebuah tempat yang menjadi persembunyian mereka saat malam tiba. Burung burung gereja tidak lagi terbang ke sana ke mari, mereka punya satu tujuan yaitu kembali ke sarang berjumpa dengan anak anak mereka dan kemudian merangkulnya dalam sayap sayap kecilnya yang hangat, sebuah kehangatan yang selalu tercipta dan terus berulang, mungkin mereka tidak memiliki akal pikiran seperti manusia tapi mereka mengikuti insting bagi manusia itu adalah hati. 

Lampu lampu rumah telah dinyalakan begitu juga lampu jalanan, perlahan lahan tetumbuhan terlihat berubah warna menjadi makin gelap dan semakin gelap, pertamanya terlihat hijau tua dan semakin lama semakin ku lihat menjadi hitam pekat.

Malam telah datang dan lentera lentera malam telah menyala terang di rumah rumah warga , jalan jalan, di tubuh kunang kunang dan di atas sana “bulan”. Bulan bersinar tapi bukan dia yang memiliki sinar itu, lagi lagi itu sinar matahari. Matahari adalah hal yang penting bagi kehidupan alam dan manusia karena sinarnyalah tumbuhan hidup di bumi dan karena matahari kita ada dalam cahaya dan mampu melihat  segalanya dalam terang.

Hewan hewan malam mulai menjelajahi gelapnya alam dan mereka dengan matanya yang menyala akan benar benar beraktifitas hingga larut dalam sunyinya malam. Kucing kucing liar dengan matanya yang menyala, kelelawar dengan sayap dan gelombang ultrasoniknya, jangkrik dengan nyanyian malamnya dan mungkin di hutan sana setiap hari akan selalu ada pesta untuk hewan penghuni malam yang diisi dengan nyanyian,gesekan pohon pohon, longlongan serigala,raungan, perburuan dan tentu saja suara lembut angin malam. Sementara penghuni malam sedang berpesta, para penghuni cahaya akan beristirahat di tempat mereka masing masing, manusia dengan rumah mereka, hewan ternak dengan kandang mereka, tumbuhan dengan rumah tanah mereka dan hewan liar dengan daerah mereka masing masing.

Pandanganku beredar ke segala arah ku pandangi langit, aku melihatnya lama sekali dan aku pikir langit malam itu seperti jubah yang bertahtahkan miliaran berliaran yang berkilauan sama seperti pemikiran kekasih jahanara dala novel taj mahal karya john shors membentuk sebuah rasi bintang yang menjadi penunjuk jalan bagi para penjelajah laut malam. Sibuknya pagi-sore telah tertelan oleh sunyinya malam dan sekarang music alam menyajikan penghuninya pertunjukan music malam kolaborasi antara nyanyian jangkrik, gesekan dedaunan, suara angin, longlongan anjing dan suara cicak yang dilatar belakangi dengan hamparan langit malam dengan hiasan berlian berliannya. Andai saja manusia sadar akan keramahan alam kepada kita semua, pasti hidup ini akan sangat menyenangkan walaupun pasti akan ada masalah tapi setidaknya kita tau bahwa alam itu ramah dan mereka memanjakan kita “para manusia”. Dunia itu tidak akan pernah indah dan menyenangkan tapi cara kitalah memandang dunia yang membuatnya sangat indah dan meneyenangkan jadi seharusnya kita bisa bersahabat dengan alam kan ? asal kita memandangnya sebagai hal yang berharga dan sebagai “teman” kita. Seharusnya alam dan manusia itu saling menjaga, manusia menjaga alam dan alam akan melindungi kita.

 kapan manusia sadar akan hubungan mereka dengan alam ?

Baca Selengkapnya ....

Biru yang akan segera menjadi abu abu

Posted by Leiron Rabu, 03 April 2013 0 komentar

Biru yang akan segera menjadi abu abu
Lahir dan mati, sakit dan sehat, cinta dan dendam, senyum dan tangis, putih dan hitam atau terkadang ada pada titik ketidakpastian  “abu abu”. Semenjak lahir manusia ditakdirkan untuk saling mengisi satu sama lain, yang kuyakini perasaan manusia takkan pernah kosang ataupun berada pada kehampaan jika mereka benar benar menerima apa yang ada pada diri dan sekitar mereka. Hanya penerimaan yang membuat kebahagiaan atas keberhasilan dan kegagalan berarti dalam hidup kita. Manusia juga hidup berdasarkan jalan mereka masing masing atau bisa di bilang takdir mereka.
Kebebasan memang ada tapi bagiku kebebasan itu hanya bebas dalam jalan takdir kita masing masing. Tuhan telah mengatur segalanya sebelum kita lahir bahkan sebelum roh di tiupkan dalam tubuh kita tapi tetap saja kita masih diberi satu kebebasan dalam memilih satu dari ribuan pilihan jalan yang nantinya akan kita tempuh. Aku yakin jalan yang ditakdirkan untukku adalah jalan terbaik walaupun itu ada pada titik ketidakpastian karena manusia bisa berjaya pada titik ketidakpastian kan ? untuk apa mencari tau masa depan dan menyesali segala yang sudah lalu. Yakin dan percaya pada jalan takdirmu walau terkadang itu menyakitkan dan membuat kita putus asa. Berpikirlah bahwa pengalaman adalah warna yang telah terukir di hati kita meski itu warna buram ataupun cerah dan masa depan adalah warna yang masih ada dalam ketidakpastiannya dan tugas kitalah untuk mengungkapnya perlahan lahan .
Pengalaman atau aku lebih suka menyebutnya kenangan. Semua orang pasti punya kenangan tidak masalah jika itu kenangan yang manis atau kenangan yang buruk yang penting adalah bagaimana dia mengingat dan mengenanganya sebagai pelajaran hidup. Kenangan adalah warna dalam hidup kita jadi hargai dan kenanglah !.
Biru yang akan segera menjadi abu abu, di awali dengan pertemuan, perkenalan lalu diakhiri dengan perpisahan dan melangkah ke jenjang selanjutnya yang merupakan Jenjang terakhir sebelum mamasuki dunia mahasiswa yaitu “SMA”. Bersama semua teman yang dekat denganku kami membuat sebuah kesepakatan untuk melanjutkan ke sekolah yang sama agar kami tetap seperti sekarang. Saat itu aku pikir semua akan bisa kuatasi asalkan aku bersama mereka, sahabat sahabatku yang paling baik dan selalu tersenyum untukku dan itulah yang membuatku yakin untuk bersama mereka, tapi sesuatu terjadi dan membuatku tidak melanjutkan ke sekolah yang sama dengan mereka.
Hari itu hujan lebat dan kami anak anak kelas 9 di suruh untuk berkumpul di ruang laboratorium biologi yang di sulap menjadi ruang kelas karena kekurangan ruangan. Katanya hari ini ada sosialisasi dari sebuah sekolah dan itu membuat kami senang karena itu artinya tidak ada pembelajaran hari itu. Ruangan laboratorium segera saja dipenuhi anak anak kelas 9 dan sudah ada 2 orang guru dari sekolah SMA itu. Mereka memperkenalkan segala tentang SMA 2 PANGKAJENE mulai dari tradisi tradisi yang ada di dalamnya sampai prestasi yang di raihnya dan juga tentang ciri khas mereka “We are smart luar biasa” kata mereka smart dalam kalimat itu artinya sensibility,morality,ability,responsibility,trectability. Pertamanya terdengar tidak menarik tapi lama kelamaan segala tentang sekolah itu membuatku tertarik dan salah satu teman yang benar benar ingin melanjutkan sekolah di sana mengajak ku untuk mendaftar setelah ujian nasional selesai di laksanakan. Oh ya aku lupa memberitahu bahwa sosalisasi itu terjadi beberapa minggu sebelum ujian nasional dilaksanakan dan itu membuatku bingung.
Aku ingat beberapa minggu belakangan ini saat upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin wakil kepala sekolah kami selalu saja berpidato panjang lebar tentang SMADA, katanya harus ada siswa kelas 9 yang lolos masuk SMADA karena selam 3 tahun berdirinya sekolah itu belum ada satupun kakak kelas kami yang lolos masuk dan yang kupikirkan saat itu seberapa sulitnya sih tes di sana sampai tidak ada yang bisa lolos.
Dalam keadaan masih bingung untuk memilih sekolah untuk lanjut karena kesepakatan dengan teman dan sekolah yang mulai membuatku tertarik, seorang teman mengatakan ini padaku
“ aku tidak bisa lanjut ke sekolah itu bersama kalian karena puang menyuruhku sekolah di sekolah kejuruan jadi maaf yaa lagian kita akan tetap berteman walaupun itu tidak satu sekolah kan ?”.(puang sebutan bagi orang tua dari keluarga andi).
“oh gitu ya kalau kau wana mau tetap lanjut ke sekolah yang udah di sepakati atau tidak ?”.
“ maaf aku ingin lanjut ke sekolah keperawatan”.
“oh jadi gitu yaa, gimana dengan dila sama ira mereka mau tetap lanjut ke sana atau tidak ?”.
“kayaknya gitu sih”. Jawab asisa
Hal itu membuatku sedikit sedih tapi aku juga senang karena itu berarti sekarang aku bebas memilih sma yang akan jadi tempatku selama 3 tahun ke depan.
            Setelah ujian sekolah aku putuskan untuk mendaftar di SMADA. Pertama pengambilan formulir di lengkapi lapor asli, kedua pengembalian formulir beserta foto hitam putih, ketiga tes dan itulah yang paling menentukan. Aku lupa hari apa tes di laksanakan yang kuingat saat itu adalah aku dan beberapa orang temannku pergi bersama dan kami hampir saja terlambat.
            Hari itu aku duduk di bangku pada sebuah ruangan, di sana tidak ada satupun yang ku kenal, semuanya masih terlihat sangat asing, orang orang di sana, sekolah, semuanya adalah hal baru bagiku. Aku sebenarnya tidak terlalu berambisi lolos di sana bahkan aku tidak penah belajar sebelum tes.
Jam 9 tes di mulai di dalam ruangan ada 2 pengawas dan tesnya ada 2 tahap yang pertama tes dengan batas waktu yang sangat sedikit dan yang kedua tes dengan soal ipa,matematika dan bahasa Indonesia dan tentu saja yang ku kerjakan dahulu adalah bahasa Indonesia dan ipa supaya membuatku tidak pusing duluan yang terakhir matematika.
Setelah tesnya selesai kami kembali berkumpul di aula hanya untuk mendengar beberapa penjelasan tentang tes tadi dan pidato dari kepala sekolah SMADA. Ternyata hasil tesnya di umumkan hari itu juga dan akan di periksa di depan para orang tua calon sisiwa SMADA.
Pengumuman adalah yang di tunggu tunggu untuk semua calon siswa baru. Saat itu aku tidak merasakan apapun, tidak deg degan atau gemetaran menunggu hasil tesnya, ini benar benar perasaan yang biasa biasa saja tampa sebuah kekhawatiran yang berlebihan.
1,2,3 …….,200 namaku tidak ada,aku tidak lolos ? benarkah ? benar benar tidak lolos ? aku bena benar panik dan rasanya sulit untuk di jelaskan. Aku masih duduk terdiam,aku bingung dengan apa yang ku rasakan rasanya bukan seperti kekecewaan atau merasakan kegagalan dan yang tambah membuatku bingung dengan diriku sendiri kenapa aku tidak menangis atau menunjukan sikap seperti orang lain yang tidak lolos, kenapa aku tidak menunjukan ekspresi wajah yang sedih ?. aku jadi binbang sendiri kenapa aku seperti ini,tidak seperti diriku yang menunjukan eksperesi secara spontan saat mendengar hal baik atau buruk.
Sepertinya rasa sakit memang bisa tertular,saat melihat temanku menangis di samping kursi tantenya aku merasakan hal yang sama, kegagalan untuk mencapai sesuatu. Aku mulai bertanya pada diriku beginikah rasanya saat di mana kita menginginkan sebuah keberhasilan yang kemudian yang kita dapatkan adalah kegagalan ?. Rasanya benar benar sakit, benar benar menyakitkan. Melihatnya menangis membuatku juga ingin menangis menyesali segalanya, kenapa aku tidak belajar sebelum tes ? kenapa aku tidak serius jika aku memang ingin lanjut di sini. Aku merasa kalau aku ini benar benar bodah jika memang aku serius untuk menjalani sesuatu kenapa aku tidak berusaha sekeras mungkin.
Setelah semua yang lolos di umumkan kertas pengumuman kemudian di tempel, dengan perasaan campur aduk aku berjalan ke sana dan mulai mencari namaku. Urutan 236 namaku ada di sana. aku benar benar gagal !!!.
Dengan rasa yang masih membuatku bingung aku berjalan pulang dengan temanku indah dan rasdiana. Di mobil masih saja kurasakan hal yang sama,hal yang begitu rumit untuk ku jelaskan tapi hal itu tidak membuatku mampu meneteskan air mata kekecewaan,,ini lebih dari rasa kecewa tapi tidak menimbulkan rasa putus asa. entahlah mungkin hanya perasaan bimbang.
Duduk lesu di mobil angkutan umum  memandang dengan tatapan kosong ke luar jendela. Senja tidak berarti indah lagi saat itu malah terlihat geram dan terasa menghukum dengan sinar jinganya yang lembut. Rasanya perjalanan pulang terasa begitu lamban apalagi saat sampai di rumah pertanyaan pertama yang di tanyakan adalah “bagaimana hasil tesnya, apa kamu lolos ?”. pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sekarang benar benar tidak kusukai,bisakah seseorang tidak menanyakan hal itu padaku saat ini,tidak bisahkah kalian lihat jawaban atas segala pertanyan kalian dari raut wajahku atau apa kalian buta ?. teriakku dalam hati.
“Tidak”. Jawabku singkat lalu berjalan menuju kamar.
Aku hanya ingin tidur saat ini dan melupakan segala yang terjadi hari ini,aku ingin menghapus perasaan yang membuatku bimbang dan aku ingin menghapus hari ini dalam hidupku. Jika memang mungkin saat aku tertidur semua yang terjadi aku ingin hari ini menjadi sebuah mimpi dan saat aku terbangun semuanya sudah hilang dari pikiranku.
Saat itu jam 5 sore aku benar benar lelah padahal tidak banyak yang kulakukan di sana hanya tes dan menunggu pengumuman lalu pulang ke rumah tapi rasanya ini hari yang paling berat selama 9 tahun aku sekolah. Baru saja aku memejamkan mata tiba tiba suara hpku mengejutkanku,saat seperti ini aku benar benar malas berbicara dengan siapapun,tapi ya sudahla aku angkat saja siapa tau penting dan ternyata itu benar benar sebuah kejutan besar untukku. Saparuh yakin dan tidak yakin aku mendapat kabar bahwa aku dan indah ternyata lolos hanya karena kode ruangan kami tertukar dengan ruangan lain. Hah apa ini benar ? sepertinya di kepalaku ada kembang api yang sedang menyala atau sepertinya awan hitam di kepalaku sekarang tersibak oleh angin dan di ganti dengan pelangi dengan latar matahari senja yang lembut dan sangat indah. Ini benar benar kejutan, apa seseorang sedag mempermainkanku atau sekarang aku benar benar tertidur dan bermimpi indah ?.
Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa ini nyata bukan mimpi dan tidak ada permainan di sini dan aku benar benar lulus tes di SMADA. Sekarang aku baru menyadari bahwa ternyata keberhasilan itu akan lebih bermakna dan manis setelah melalui banyak kegagalan dan rasa sakit. Mungkin itu arti perasaanku “ merasa kecewa tapi tak bisa membuatku merasa putus asa.
Selanjutnya hanya harus berjuang dengan semangat dan keyakinan yang kuat kan tampa memandang bahwa kegagalan itu adalah titik terakhir yang ku tempuh ???
Malamnya aku menelfon indah dan mengatakan padanya tentang kesalahan dalam tes itu, dank au tau reaksinya ? dia benar benar bereaksi secara berlebihan menurutku denga suara khasnya yang sangat suka berteriak teriak tapi suara itu merendah kembali katanya ia sudah merobek kartu tesnya. Dia bercerita padaku bahwa sepulang dari sana dia hanya mengunci dirinya di kamar dan menangis sepuasnyadan mengalirkan seluruh kemarahan dan kekecewaannya pada kertas kecil itu,dia benar benar merubahnya menjadi butiran butiran kertas kecil tampa arti lagi. Aku hanya tertawa mendengarnya ternyata temanku yang satu itu benar benar lebuh parah dariku. Dia benar benar merasakan kekecewaan atas kegagalannya dan aku tidak tau bagaimana perasaannya saat mengetahui bahwa dirinya ternyata lulus tes di SMADA, yang pastinya lebih dari yang ku rasakan.
“Jangan sedih karena mawar memiliki duri tapi bahagialah karena duri milik sang mawar”. Prinsipnya dia.
“Biarpun dunia hancur aku akan tetap menanam pohon apel” J J J

Baca Selengkapnya ....

Pilihan

Posted by Leiron Jumat, 08 Maret 2013 0 komentar
detik, menit, jam, hari bahkan tahun segalanya adalah waktu yang akan kita isi dengan berbagai peristiwa tapi kadang tahun demi tahun kita jalani tampa sebuah arti yang sebenarnya. tapi itu tidaklah penting tidak penting apa arti dari apa yang kau alami, jalani hidupmu dengan keyakinanmu dan segala yang kau percaya dan biarkan segalanya terjadi. tidak penting bagaimana kau memulainya dan mengakhirinya yang paling penting adalah bagaimana kau menjalaninya, bahagiakah kamu ?sengsara ? itu yang menentukan. tapi tetap ingat pada kebenaran karna seseorang yang berdiri pada garis hitam pastinya akan hancur bersama perasaan dan ambisinya. kejahatan mungkin terkadang menang di dunia tapi siapa yang tau akhir dari kisah itu. akhir bukan hanya kematian tapi kehidupan setelahnya. tetap berpegangan pada kebenaran dan hidup bebas tampa keterikatan pada dunia. hiduplah dengan keyakinanmu .

mungkin terkadang dalam hidup kita berada dalam jalan yang salah atau kita tidak menemukan jalan yang harus kita lalui, mundurlah dan katakan aku mundur bukan berarti menyerah bukan putus asa tapi aku mundur untuk menatap apa yang salah dari jalanku. mundur bukan berarti kembali pada masa lalu tapi mundur itu bagaimana kau melihat masa lalumu dan melihat segala yang salah dari masa itu. jangan pernah malu mangakuinya. karena kau adalah pilihan. 

Baca Selengkapnya ....

Dalam balutan bencana

Posted by Leiron 0 komentar

Kemarahan, kesedihan dan kekecewaan dalam balutan bencana
            Ini kisah tentang hubungan manusia dan bumi yang terjalin sejak berabad abad yang lalu. Kapan di mulainya ? tidak ada yang tau.
             Sepasang manusia dan bumi dulunya pernah saling bicara mereka membuat kesepakatan sebelum manusia menetap di bumi. Katanya “ ia akan mengisinkan manusia tinggal di tubuhnya jika ia berjanji untuk selalu menyayanginya, merawatnya dan menjaganya sampai kehancuran menjemputnya”. Manusia pun berkata “iya” untuk menjawabnya.
            Waktu berjalan dan berjalan tampa bisa kita pahami apa arti dari waktu yang telah berlalu. Semakin lama manusia dan alam saling mengerti dan selalu saling manyayangi walau tampa kata dari mereka. Saat sepasang manusia itu bahagia alam ikut menari dalam alunan bisikan angin dan keceriaan pepohonan. Begitulah mereka saling mengerti dan saling menyayangi.
            Hingga saat terkhirnya di bumi ia masih tetap menepati janjinya tapi keturunanya mulai mangabaikan segala janji terhadap bumi. Perjanjian bumi dan manusia itu sama halnya perjanjian jiwa dan raga sebelum Tuhan meniupkan roh ke tubuh kita.
            Pada saat itu alam bergemuruh melepas kepergiannya, baginya ia adalah temannya. Berbeda dengan sahabat alam itu para teturunannya mulai melanggar perjanjian dan hanya mementingkan ego mereka masing masing.
Berabad abad kemudian manusia makin tidak mampu mengenal buminya lagi sebagai teman hidup. Mereka hanya menganggap bumi itu sebagai tempat hidup mereka dan dialah yang berhak mengendalikan seluruh yang ada di dalamnya.
Bumi sangat sedih melihat tubuhnya menjadi tempat tak terurus tampa hijau zamrudnya dulu, permata dan kilauannya kini memburam dan mungkin akan jadi gelap tampa kilauan. Akhirnya sang bumi meminta angin,air, awan, dan tanah  membuat manusia menderita atas segala keegoisannya. Puting beliung, longsor, tsunami, banjir segalnya terjadi dan selama manusia tak sadar hal itu akan terus terjadi.
Mungkin jika kita menyayangi alam hal seperti itu takkan membuat manusia tersiksa walau kita sama sama tau bahwa itu kejadian yang alami tapi kadang Tuhan memberikan itu karna kita sebagai manusia tak pernah sadar akan hakikat kita dan kesadaran itu seakan tak pernah membuat kita berhenti untuk merusak.
Tanyakan pada diri kalian bagaimana perasaan bumi kita, hanya di tempati dan di rusak tampa tau bagaimana kita harusnya bertindak untuk memperbaiki dan menjaganya.

ini memang cerita fiksi tentang bumi tapi renungkan apa yang akan kau lakukan jika hanya di manfaatkan dan tidak di perhatikan. jadi setelah ini apa yang kau lakukan ?
 tetap menjadi penghuni yang ttidak tau diri ??

Baca Selengkapnya ....

Hijau dan kelabu

Posted by Leiron Selasa, 19 Februari 2013 0 komentar

Hijau dan kelabu, terang dan gelap, ceria dan murung atau mungkin lebih dari segalanya. Tempat ini tak pernah berubah atau mungkin tak ada yang berani mengubahnya karna desas desus tentang keangkerannya telah menjalar dan membuat penduduk yang menetap tak berani menebang atau merusak tetumbuhan yang ada di sana.  di sana sebuah pohon berdiri tegak tampa daun hanya tumbuhan lumut yang menempel di batang batangnya.  Entah kapan pohon itu ada aku juga tidak tau.  
Sejak aku mampu mengingat sesuatu bagiku tempat ini yang yang paling ku sukai, suasananya dan sapaannya saat aku datang membuatku selalu merindukannya. Ia selalu sempat menyapaku dengan belaian angin atau lambaian  rerumputan. Di  sini segalanya terasa menyatu, dan  di sini pula tak akan ada suara suara bising yang memekakkan telinga. Jika kau di sini hanya akan terdengar suara kodok  atau burung burung yang bersarang di semak semak atau di atas pepohonan.
                Jika melihat lebih jauh lagi akan banyak pohon kelapa yang kau temukan di sana. pohon pohon kelapa itu seperti dinding yang membatasi antara tempat itu dan perkampungan di baliknya batang batang yang berdiri tegak itu.
                Sekarang musim hujan jadi tempat itu tergenang air walaupun tidak terlalu dalam hanya sekitar 25 cm tapi tetap saja rerumputan di sana menghijau sepertinya mereka takkan layu karena overdosis  air. sepertinya hari ini takkan ada langit jingga tapi tak apa langit kelabu pun terlihat cantik di tempat ini karna kau selalu bisa memadukan antara warna kelabu dan hijau rerumputanmu dan rintikan hujan yang nantinya akan datang  menutup senja akan membawa kesejukan yang membawa kita pada malam.

# tetaplah seperti ini dan aku akan setia menatapmu di sini di bawah pohon  #

Baca Selengkapnya ....
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Catatan Sang Pemimpi.