Untuk sebuah hari di bulan juli

Posted by Leiron Rabu, 04 September 2013 0 komentar
Untuk sebuah hari di bulan juli
Terimakasih untuk setahun lamanya
Senyum yang pernah ada di ruang itu
Bersama kami membuat sebuah kenangan

Untuk sebuah hari di bulan juli
Yang berhasil menyatukan anak manusia
Dalam ruang para penemu
Hingga akhirnya menjalin sebuah ikatan

Untuk sebuah hari di bulan juli
Perlahan merangkul kami dalam hangatnya pertemanan
Hingga dalam satu waktu kami bersama
Memenuhinya dengan banyak kenangan
Kenangan yang penuh warnah
Hitam, putih bahkan abu abu

Kadang gelap dan tekadang terlalu terang untuk telihat
Penuh keegoisan tapi kadang begitu pengertian
Untuk sebuah hari di awal bulan juli
Segalanya akan selalu terkenang

Kami akan terus melangkah tampa berfikir tuk mejauh
Kadang berbalik kemudian merangkul kembali kenangan kami
Hingga yakin takkan ada yang terlupakan



Baca Selengkapnya ....

Andai ia tau betapa erat gelap memeluknya

Posted by Leiron 0 komentar
Ketika batas waktu perlahan memudar
Melebur kesegala sekat ruang
Terpancar dari segala keheningan
Kemudian memudar dan hilang tampa jejak


Baca Selengkapnya ....

Karena ia hadir bersama kelamnya hari

Posted by Leiron 0 komentar


Ketika awan kelabu saat itulah ia datang
Bersama angin dan kenangan
Menyapa sunyi dan damai
Memulainya dengan rintik nan-lembut

Dia hadir dalam duka yang sepi
Tak lupa menyapa senyum yang riang
Memaksa mereka untuk mengingat
Menyeret kita untuk kembali bersama dalam hangat
Walau hanya dalam sebuah fantasi

Ketika ia datang
Kuharap sepi di sampingku mengalir bersamanya
Walau ia enggan untuk membawanya
Karena ialah pelipur segala lara
Pengingat yang terlupa


Baca Selengkapnya ....

Sisipkan kembali senyummu

Posted by Leiron 0 komentar

Garis senja di ujung hari
Di atas biru yang akan menghitam
Angin penitip pesan menyapa
Bersama benih bunga pembawa harapan

Titik hitam mulai mendekat
Mendekap kembali sarang mereka
Bertukar hangat, bersiul kadang  bernyanyi
Di batang pohon terbungkus jerami kering

Lentera bumi berganti dengan cahaya sama
Sinar putih yang manari di atas daun hijau menghitam
melengkung indah Kadang bulat purnama
di antara arakan awan yang terbawa angin senja

hai sang perindu
sisipkan kembali senyummu pada malam
hingga ku yakin kau ada

jika kau dalam duka
biar malam membawanya pergi
menanti pagi yang perlahan menyentuh bumi

karena duka hanya satu dari segala rasa

Baca Selengkapnya ....
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Catatan Sang Pemimpi.