Biru yang akan segera menjadi abu abu

Posted by Leiron Rabu, 03 April 2013 0 komentar

Biru yang akan segera menjadi abu abu
Lahir dan mati, sakit dan sehat, cinta dan dendam, senyum dan tangis, putih dan hitam atau terkadang ada pada titik ketidakpastian  “abu abu”. Semenjak lahir manusia ditakdirkan untuk saling mengisi satu sama lain, yang kuyakini perasaan manusia takkan pernah kosang ataupun berada pada kehampaan jika mereka benar benar menerima apa yang ada pada diri dan sekitar mereka. Hanya penerimaan yang membuat kebahagiaan atas keberhasilan dan kegagalan berarti dalam hidup kita. Manusia juga hidup berdasarkan jalan mereka masing masing atau bisa di bilang takdir mereka.
Kebebasan memang ada tapi bagiku kebebasan itu hanya bebas dalam jalan takdir kita masing masing. Tuhan telah mengatur segalanya sebelum kita lahir bahkan sebelum roh di tiupkan dalam tubuh kita tapi tetap saja kita masih diberi satu kebebasan dalam memilih satu dari ribuan pilihan jalan yang nantinya akan kita tempuh. Aku yakin jalan yang ditakdirkan untukku adalah jalan terbaik walaupun itu ada pada titik ketidakpastian karena manusia bisa berjaya pada titik ketidakpastian kan ? untuk apa mencari tau masa depan dan menyesali segala yang sudah lalu. Yakin dan percaya pada jalan takdirmu walau terkadang itu menyakitkan dan membuat kita putus asa. Berpikirlah bahwa pengalaman adalah warna yang telah terukir di hati kita meski itu warna buram ataupun cerah dan masa depan adalah warna yang masih ada dalam ketidakpastiannya dan tugas kitalah untuk mengungkapnya perlahan lahan .
Pengalaman atau aku lebih suka menyebutnya kenangan. Semua orang pasti punya kenangan tidak masalah jika itu kenangan yang manis atau kenangan yang buruk yang penting adalah bagaimana dia mengingat dan mengenanganya sebagai pelajaran hidup. Kenangan adalah warna dalam hidup kita jadi hargai dan kenanglah !.
Biru yang akan segera menjadi abu abu, di awali dengan pertemuan, perkenalan lalu diakhiri dengan perpisahan dan melangkah ke jenjang selanjutnya yang merupakan Jenjang terakhir sebelum mamasuki dunia mahasiswa yaitu “SMA”. Bersama semua teman yang dekat denganku kami membuat sebuah kesepakatan untuk melanjutkan ke sekolah yang sama agar kami tetap seperti sekarang. Saat itu aku pikir semua akan bisa kuatasi asalkan aku bersama mereka, sahabat sahabatku yang paling baik dan selalu tersenyum untukku dan itulah yang membuatku yakin untuk bersama mereka, tapi sesuatu terjadi dan membuatku tidak melanjutkan ke sekolah yang sama dengan mereka.
Hari itu hujan lebat dan kami anak anak kelas 9 di suruh untuk berkumpul di ruang laboratorium biologi yang di sulap menjadi ruang kelas karena kekurangan ruangan. Katanya hari ini ada sosialisasi dari sebuah sekolah dan itu membuat kami senang karena itu artinya tidak ada pembelajaran hari itu. Ruangan laboratorium segera saja dipenuhi anak anak kelas 9 dan sudah ada 2 orang guru dari sekolah SMA itu. Mereka memperkenalkan segala tentang SMA 2 PANGKAJENE mulai dari tradisi tradisi yang ada di dalamnya sampai prestasi yang di raihnya dan juga tentang ciri khas mereka “We are smart luar biasa” kata mereka smart dalam kalimat itu artinya sensibility,morality,ability,responsibility,trectability. Pertamanya terdengar tidak menarik tapi lama kelamaan segala tentang sekolah itu membuatku tertarik dan salah satu teman yang benar benar ingin melanjutkan sekolah di sana mengajak ku untuk mendaftar setelah ujian nasional selesai di laksanakan. Oh ya aku lupa memberitahu bahwa sosalisasi itu terjadi beberapa minggu sebelum ujian nasional dilaksanakan dan itu membuatku bingung.
Aku ingat beberapa minggu belakangan ini saat upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin wakil kepala sekolah kami selalu saja berpidato panjang lebar tentang SMADA, katanya harus ada siswa kelas 9 yang lolos masuk SMADA karena selam 3 tahun berdirinya sekolah itu belum ada satupun kakak kelas kami yang lolos masuk dan yang kupikirkan saat itu seberapa sulitnya sih tes di sana sampai tidak ada yang bisa lolos.
Dalam keadaan masih bingung untuk memilih sekolah untuk lanjut karena kesepakatan dengan teman dan sekolah yang mulai membuatku tertarik, seorang teman mengatakan ini padaku
“ aku tidak bisa lanjut ke sekolah itu bersama kalian karena puang menyuruhku sekolah di sekolah kejuruan jadi maaf yaa lagian kita akan tetap berteman walaupun itu tidak satu sekolah kan ?”.(puang sebutan bagi orang tua dari keluarga andi).
“oh gitu ya kalau kau wana mau tetap lanjut ke sekolah yang udah di sepakati atau tidak ?”.
“ maaf aku ingin lanjut ke sekolah keperawatan”.
“oh jadi gitu yaa, gimana dengan dila sama ira mereka mau tetap lanjut ke sana atau tidak ?”.
“kayaknya gitu sih”. Jawab asisa
Hal itu membuatku sedikit sedih tapi aku juga senang karena itu berarti sekarang aku bebas memilih sma yang akan jadi tempatku selama 3 tahun ke depan.
            Setelah ujian sekolah aku putuskan untuk mendaftar di SMADA. Pertama pengambilan formulir di lengkapi lapor asli, kedua pengembalian formulir beserta foto hitam putih, ketiga tes dan itulah yang paling menentukan. Aku lupa hari apa tes di laksanakan yang kuingat saat itu adalah aku dan beberapa orang temannku pergi bersama dan kami hampir saja terlambat.
            Hari itu aku duduk di bangku pada sebuah ruangan, di sana tidak ada satupun yang ku kenal, semuanya masih terlihat sangat asing, orang orang di sana, sekolah, semuanya adalah hal baru bagiku. Aku sebenarnya tidak terlalu berambisi lolos di sana bahkan aku tidak penah belajar sebelum tes.
Jam 9 tes di mulai di dalam ruangan ada 2 pengawas dan tesnya ada 2 tahap yang pertama tes dengan batas waktu yang sangat sedikit dan yang kedua tes dengan soal ipa,matematika dan bahasa Indonesia dan tentu saja yang ku kerjakan dahulu adalah bahasa Indonesia dan ipa supaya membuatku tidak pusing duluan yang terakhir matematika.
Setelah tesnya selesai kami kembali berkumpul di aula hanya untuk mendengar beberapa penjelasan tentang tes tadi dan pidato dari kepala sekolah SMADA. Ternyata hasil tesnya di umumkan hari itu juga dan akan di periksa di depan para orang tua calon sisiwa SMADA.
Pengumuman adalah yang di tunggu tunggu untuk semua calon siswa baru. Saat itu aku tidak merasakan apapun, tidak deg degan atau gemetaran menunggu hasil tesnya, ini benar benar perasaan yang biasa biasa saja tampa sebuah kekhawatiran yang berlebihan.
1,2,3 …….,200 namaku tidak ada,aku tidak lolos ? benarkah ? benar benar tidak lolos ? aku bena benar panik dan rasanya sulit untuk di jelaskan. Aku masih duduk terdiam,aku bingung dengan apa yang ku rasakan rasanya bukan seperti kekecewaan atau merasakan kegagalan dan yang tambah membuatku bingung dengan diriku sendiri kenapa aku tidak menangis atau menunjukan sikap seperti orang lain yang tidak lolos, kenapa aku tidak menunjukan ekspresi wajah yang sedih ?. aku jadi binbang sendiri kenapa aku seperti ini,tidak seperti diriku yang menunjukan eksperesi secara spontan saat mendengar hal baik atau buruk.
Sepertinya rasa sakit memang bisa tertular,saat melihat temanku menangis di samping kursi tantenya aku merasakan hal yang sama, kegagalan untuk mencapai sesuatu. Aku mulai bertanya pada diriku beginikah rasanya saat di mana kita menginginkan sebuah keberhasilan yang kemudian yang kita dapatkan adalah kegagalan ?. Rasanya benar benar sakit, benar benar menyakitkan. Melihatnya menangis membuatku juga ingin menangis menyesali segalanya, kenapa aku tidak belajar sebelum tes ? kenapa aku tidak serius jika aku memang ingin lanjut di sini. Aku merasa kalau aku ini benar benar bodah jika memang aku serius untuk menjalani sesuatu kenapa aku tidak berusaha sekeras mungkin.
Setelah semua yang lolos di umumkan kertas pengumuman kemudian di tempel, dengan perasaan campur aduk aku berjalan ke sana dan mulai mencari namaku. Urutan 236 namaku ada di sana. aku benar benar gagal !!!.
Dengan rasa yang masih membuatku bingung aku berjalan pulang dengan temanku indah dan rasdiana. Di mobil masih saja kurasakan hal yang sama,hal yang begitu rumit untuk ku jelaskan tapi hal itu tidak membuatku mampu meneteskan air mata kekecewaan,,ini lebih dari rasa kecewa tapi tidak menimbulkan rasa putus asa. entahlah mungkin hanya perasaan bimbang.
Duduk lesu di mobil angkutan umum  memandang dengan tatapan kosong ke luar jendela. Senja tidak berarti indah lagi saat itu malah terlihat geram dan terasa menghukum dengan sinar jinganya yang lembut. Rasanya perjalanan pulang terasa begitu lamban apalagi saat sampai di rumah pertanyaan pertama yang di tanyakan adalah “bagaimana hasil tesnya, apa kamu lolos ?”. pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sekarang benar benar tidak kusukai,bisakah seseorang tidak menanyakan hal itu padaku saat ini,tidak bisahkah kalian lihat jawaban atas segala pertanyan kalian dari raut wajahku atau apa kalian buta ?. teriakku dalam hati.
“Tidak”. Jawabku singkat lalu berjalan menuju kamar.
Aku hanya ingin tidur saat ini dan melupakan segala yang terjadi hari ini,aku ingin menghapus perasaan yang membuatku bimbang dan aku ingin menghapus hari ini dalam hidupku. Jika memang mungkin saat aku tertidur semua yang terjadi aku ingin hari ini menjadi sebuah mimpi dan saat aku terbangun semuanya sudah hilang dari pikiranku.
Saat itu jam 5 sore aku benar benar lelah padahal tidak banyak yang kulakukan di sana hanya tes dan menunggu pengumuman lalu pulang ke rumah tapi rasanya ini hari yang paling berat selama 9 tahun aku sekolah. Baru saja aku memejamkan mata tiba tiba suara hpku mengejutkanku,saat seperti ini aku benar benar malas berbicara dengan siapapun,tapi ya sudahla aku angkat saja siapa tau penting dan ternyata itu benar benar sebuah kejutan besar untukku. Saparuh yakin dan tidak yakin aku mendapat kabar bahwa aku dan indah ternyata lolos hanya karena kode ruangan kami tertukar dengan ruangan lain. Hah apa ini benar ? sepertinya di kepalaku ada kembang api yang sedang menyala atau sepertinya awan hitam di kepalaku sekarang tersibak oleh angin dan di ganti dengan pelangi dengan latar matahari senja yang lembut dan sangat indah. Ini benar benar kejutan, apa seseorang sedag mempermainkanku atau sekarang aku benar benar tertidur dan bermimpi indah ?.
Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa ini nyata bukan mimpi dan tidak ada permainan di sini dan aku benar benar lulus tes di SMADA. Sekarang aku baru menyadari bahwa ternyata keberhasilan itu akan lebih bermakna dan manis setelah melalui banyak kegagalan dan rasa sakit. Mungkin itu arti perasaanku “ merasa kecewa tapi tak bisa membuatku merasa putus asa.
Selanjutnya hanya harus berjuang dengan semangat dan keyakinan yang kuat kan tampa memandang bahwa kegagalan itu adalah titik terakhir yang ku tempuh ???
Malamnya aku menelfon indah dan mengatakan padanya tentang kesalahan dalam tes itu, dank au tau reaksinya ? dia benar benar bereaksi secara berlebihan menurutku denga suara khasnya yang sangat suka berteriak teriak tapi suara itu merendah kembali katanya ia sudah merobek kartu tesnya. Dia bercerita padaku bahwa sepulang dari sana dia hanya mengunci dirinya di kamar dan menangis sepuasnyadan mengalirkan seluruh kemarahan dan kekecewaannya pada kertas kecil itu,dia benar benar merubahnya menjadi butiran butiran kertas kecil tampa arti lagi. Aku hanya tertawa mendengarnya ternyata temanku yang satu itu benar benar lebuh parah dariku. Dia benar benar merasakan kekecewaan atas kegagalannya dan aku tidak tau bagaimana perasaannya saat mengetahui bahwa dirinya ternyata lulus tes di SMADA, yang pastinya lebih dari yang ku rasakan.
“Jangan sedih karena mawar memiliki duri tapi bahagialah karena duri milik sang mawar”. Prinsipnya dia.
“Biarpun dunia hancur aku akan tetap menanam pohon apel” J J J
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Biru yang akan segera menjadi abu abu
Ditulis oleh Leiron
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://lembaranpemimpi.blogspot.com/2013/04/biru-yang-akan-segera-menjadi-abu-abu_3.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Catatan Sang Pemimpi.