estetika malam

Posted by Leiron Jumat, 12 April 2013 0 komentar

Sekali lagi keabu-abuan telah memeluk waktu dengan diiringi lentera jingga yang kian lama kian memudarkan warnanya.  capung capung tidak ku lihat lagi entah kemana mereka, aku selalu saja bertanya saat malam tiba capung capung akan ke mana ? dan hingga sekarang aku tidak tau kemana mereka saat malam tiba. Tidak pernah ku pikirkan sebuah tempat yang menjadi persembunyian mereka saat malam tiba. Burung burung gereja tidak lagi terbang ke sana ke mari, mereka punya satu tujuan yaitu kembali ke sarang berjumpa dengan anak anak mereka dan kemudian merangkulnya dalam sayap sayap kecilnya yang hangat, sebuah kehangatan yang selalu tercipta dan terus berulang, mungkin mereka tidak memiliki akal pikiran seperti manusia tapi mereka mengikuti insting bagi manusia itu adalah hati. 

Lampu lampu rumah telah dinyalakan begitu juga lampu jalanan, perlahan lahan tetumbuhan terlihat berubah warna menjadi makin gelap dan semakin gelap, pertamanya terlihat hijau tua dan semakin lama semakin ku lihat menjadi hitam pekat.

Malam telah datang dan lentera lentera malam telah menyala terang di rumah rumah warga , jalan jalan, di tubuh kunang kunang dan di atas sana “bulan”. Bulan bersinar tapi bukan dia yang memiliki sinar itu, lagi lagi itu sinar matahari. Matahari adalah hal yang penting bagi kehidupan alam dan manusia karena sinarnyalah tumbuhan hidup di bumi dan karena matahari kita ada dalam cahaya dan mampu melihat  segalanya dalam terang.

Hewan hewan malam mulai menjelajahi gelapnya alam dan mereka dengan matanya yang menyala akan benar benar beraktifitas hingga larut dalam sunyinya malam. Kucing kucing liar dengan matanya yang menyala, kelelawar dengan sayap dan gelombang ultrasoniknya, jangkrik dengan nyanyian malamnya dan mungkin di hutan sana setiap hari akan selalu ada pesta untuk hewan penghuni malam yang diisi dengan nyanyian,gesekan pohon pohon, longlongan serigala,raungan, perburuan dan tentu saja suara lembut angin malam. Sementara penghuni malam sedang berpesta, para penghuni cahaya akan beristirahat di tempat mereka masing masing, manusia dengan rumah mereka, hewan ternak dengan kandang mereka, tumbuhan dengan rumah tanah mereka dan hewan liar dengan daerah mereka masing masing.

Pandanganku beredar ke segala arah ku pandangi langit, aku melihatnya lama sekali dan aku pikir langit malam itu seperti jubah yang bertahtahkan miliaran berliaran yang berkilauan sama seperti pemikiran kekasih jahanara dala novel taj mahal karya john shors membentuk sebuah rasi bintang yang menjadi penunjuk jalan bagi para penjelajah laut malam. Sibuknya pagi-sore telah tertelan oleh sunyinya malam dan sekarang music alam menyajikan penghuninya pertunjukan music malam kolaborasi antara nyanyian jangkrik, gesekan dedaunan, suara angin, longlongan anjing dan suara cicak yang dilatar belakangi dengan hamparan langit malam dengan hiasan berlian berliannya. Andai saja manusia sadar akan keramahan alam kepada kita semua, pasti hidup ini akan sangat menyenangkan walaupun pasti akan ada masalah tapi setidaknya kita tau bahwa alam itu ramah dan mereka memanjakan kita “para manusia”. Dunia itu tidak akan pernah indah dan menyenangkan tapi cara kitalah memandang dunia yang membuatnya sangat indah dan meneyenangkan jadi seharusnya kita bisa bersahabat dengan alam kan ? asal kita memandangnya sebagai hal yang berharga dan sebagai “teman” kita. Seharusnya alam dan manusia itu saling menjaga, manusia menjaga alam dan alam akan melindungi kita.

 kapan manusia sadar akan hubungan mereka dengan alam ?
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: estetika malam
Ditulis oleh Leiron
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://lembaranpemimpi.blogspot.com/2013/04/ikatan-yang-memudar.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Catatan Sang Pemimpi.