Imaji dalam hidup
Jumat, 23 November 2012
0
komentar
Kematian selalu membawa duka terdalam,
membawa rindu terpedih bersama gaungan hujan. Terlepas dengan cerita kematian
tak peduli masa silam atau masa depan jiwaku kan terus mengembara bersama angan
yang makin menjadi jadi walau tubuh menua dalam ambang kematian. Ku pikir pelangi
yang tercipta dari gemericik hujan embun yang di terpa mentari akan tetap
menyimpan cerita dan kecemburuannya terhadap tarian pelangi lain dari tempat
paling dingan di ujung utara dunia, pelangi yang tak pernah terpaku hanya pada
satu titik keindahan melainkan menciptakan keindahan di setiap sudut sudut
wujudnya yang maya yang akhirnya menciptakan keindahan abadi yang kan selalu di
elu-elukan pencinta fanatiknya. Kau tau teman kalau jiwaku kan terus mengembara
bersama anganku. ku kan melindungi apa yang kau coba untuk lindungi dulu. Ku
harap kita kan bertemu dalam dunia maya penuh keajaiban malam nanti, saat bulan
kembali menempati singgasana malamnya yang di taburi bintang yang semakin lama
semakin tebal pada dinding langit yang gelap dan saat ku dapati diriku
berbaring dengan mata terpejam menyelam dalam dunia fantasi. Dalam fantasi dan
impianku kau masih sebuah pelangi menari dan ku masih sepotong pelangi kecil di
ujung langit yang tercipta dari gemericik hujan embun yang di terpa mentari. Masih
ku simpan cerita kita dan kecemburuanku terhadap teman pelangi menariku walau
kerinduan lebih pekat di banding rasa seluruhnya. Kurindukan gagasan-gagasan
ataupun nasihat yang selalu kau tulis untukku , untuk membantuku dalam melahap
seluruh jalan kehidupan yang terkadang melelahkan. Kau seperti sosok abadi yang
selalu terkenang dalam hati pencinta fanatikmu mereka menyukai segala yang ada
dalam dirimu dan tentang cerita hidupmu yang tak terlalu beruntung, mereka
menyukaimu dari sosokmu yang anggun dan penuh keajaiban yang tak dapat diterka
siapapun atau gagasan gagasan serta imajinasi yang tak pernah ku lihat dan ku bayang
kan sebelumnya. Kau pencipta segala hal yang pernah ku anggap musatahil ada
pada bumi walau kandati kau sekarang berada dalam pelukan hangat bumi.
Ku kan selau manatap langit pada rembang
petang ku harap bintang kejora menyampaikan luapan kerinduanku dan kekagumanku
yang masih ku simpan di hatiku hingga saat ini.ku harap kau tersenyum di sana
melihatku. Ku harap di antara rasi bintang yang tercipta malam nanti ku kan
melihat rasi bintang aries yang berarti dirimu menemaniku hingga cahaya malam berganti mentari dengan sinar jingganya.
ini hanya sebuah surat bukan sebuah cerita namun bukan surat yang akan di baca oleh orang yang di tujukan. ini juga bukan pengalaman pribadiku, aku hanya ingin melukis sedikit rasa kehilangan seorang teman yang begitu berarti juga berharga bagi bagi seseorang.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Imaji dalam hidup
Ditulis oleh Leiron
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://lembaranpemimpi.blogspot.com/2012/11/pelangi-menari-di-ujung-utara-bumi_3977.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Leiron
Rating Blog 5 dari 5
0 komentar:
Posting Komentar